ROTI HIDUP 2

Standar

WASIAT

“Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih

hidup.” (Ibrani 9:16-17)

Pada ayat bacaan di atas terdapat kata “Wasiat”. Wasiat adalah sebuah janji; sedangkan yang memberikan wasiat itu adalah Allah. Dan perlu kita ketahui bahwa wasiat ini baru berlaku kalau yang memberi wasiat ini telah mati. Memang, Allah tidak pernah mati, karena Dia kekal, tetapi Dia bisa memberikan warisan kepada kita dengan jalan memberikan Yesus yang adalah Tuhan telah menjadi manusia. Pada saat Dia mati (walaupun pada hari yang ketiga Dia telah bangkit) Allah memberikan wasiat kepada kita, selain itu Allah mengangkat kembali manusia menjadi anak-anak Allah. Ini berlaku bagi yang percaya kepada-Nya.
Wahyu 5:6-12 menyatakan bahwa Allah itu memiliki segala-galanya, khususnya pada ayat 12 telah dikatakan : “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan
hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”. Sejak Yesus mati di atas kayu salib wasiat di atas tersebut diberikan bagi kita selaku anak-anakNya. Hal ini dapat kita ketahui dalam Roma 8:16-17 yang berkata, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Menderita bersama- sama dengan Tuhan merupakan sesuatu hal yang tidak enak untuk daging. Kata yang lebih tepat untuk kata “menderita” adalah “prihatin.” Ini berarti mau tidak mau kita harus berjalan di jalan yang sempit, menderita bersama dengan Kristus. Namun ujungnya menuju kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Selain itu penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan dan
kebahagiaan yang akan kita terima.
Wasiat di dalam Yesus dihubungkan dengan pengertian “berkat Allah yang diberikan kepada Abraham.” (Galatia 3:26-29). Apabila kita melihat siklus sebuah kehidupan khususnya dari Abraham, Ishak dan Yakub, maka di sana dipenuhi dengan bukti-bukti iman. Yang perlu kita perhatikan adalah bukan hanya berkat yang diterima Abraham saja, tetapi siklusnya. Setelah Abraham, Ishak diberkati, lalu diturunkan kepada Yakub. Memang secara fisik Ishak tidak memberikan apa-apa kepada Yakub, tetapi berkat yang dari Tuhan tetap terjadi dalam kehidupan Yakub. Ini merupakan siklus turun-temurun. Hal ini juga berlaku bagi kehidupan orang yang percaya kepada Kristus, termasuk saudara semua. Berapa banyak orang mengalami masa kejayaan namun setelah meninggal dunia, anak-anaknya hidup penuh penderitaan. Hal ini disebabkan karena mereka tidak berada dalam sebuah siklus kehidupan seperti yang dilakukan oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Sebagai contoh yang gamblang adalah bangsa Israel. Tatkala orang Israel menyembah Tuhan dengan baik, maka kota Yerusalem mendapatkan damai sejahtera. Klimaksnya pada saat pemerintahan Daud dan Salomo. Tetapi saat orang Israel tidak mengikuti siklus yang dilakukan nenek moyangnya, maka Yerusalem hancur dan dijajah oleh banyak bangsa. Saat mereka bertobat dibangun kembali dan saat mereka tidak taat, maka dijajah kembali. Ini berlangsung terus menerus, hingga Yerusalem memiliki pondasi yang berlapis-lapis. Yerusalem adalah kota yang
kekal. Ini merupakan gambaran bagi kita kepada Yerusalem yang kekal. Kalau Yerusalem kita di dunia ini baik, maka Yerusalem yang di sorga pasti juga baik.
Hari-hari ini, memang Tuhan sedang mengembalikan Yerusalem, tetapi ibadah mereka belum pulih secara keseluruhan. Tetapi kita adalah keturunan Abraham di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tanpa Yesus, berkat Allah tidak bisa turun kepada kita. Karena Yesus, semua berhak menjadi anak-anak Allah yang menerima wasiat dari-Nya. Untuk itu kita tidak bisa meninggalkan siklus yang pernah dilakukan oleh tokoh-tokoh pergerakan Kristen yang berkembang sampai sekarang. Apa yang dilakukan Abraham dilakukan oleh Ishak, sepertiyang tertulis dalam Kejadian 26:12-13, ”Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” Memang tidak mudah untuk melakukan siklus ini secara turun-temurun, tetapi kalau orang kembali kepada siklusnya, maka berkat Tuhan akan turun dengan luar biasa. Setiap orang memiliki siklus ini. Jangan sampai kita melupakan siklus itu, karena apabila kita melupakannya maka yang akan terjadi dalam kehidupan kita seperti yang tertulis dalam Pengkhotbah 1:11, ”Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.” Ini merupakan peringatan bagi kita.
2 Korintus 9:10-11 berkata, “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan
diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.” Menabur bukan berarti berbicara masalah uang saja. Ini suatu siklus, kenangan yang lama ada dan yang akan datang lebih ada lagi. Hidup kita ini sangat berguna untuk ini.  Matius 25:14-30 berbicara tentang seorang tuan yang mempercayakan talenta-talentanya kepada hamba-hambanya. Ada yang menerima 5, 4, 3, 2, 1 talenta. Yang diberi 5 sampai 2 dikembangkan, tetapi yang menerima 1 talenta tidak mengembangkannya. Justru yang diberi 1 talenta menganggap tuannya kejam. Orang tersebut diberi 1 talenta saja tidak bisa mengembangkan, apalagi diberi banyak.
Oleh karena itu berapapun talenta yang dipercayakan kepada kita, seharusnya kita kembangkan, supaya hal yang buruk tidak kita alami, seperti yang tertulis dalam Matius 25:30 berkata, “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Untuk itu, marilah kita kembali kepada silklus, menabur dan menuai. Memang terasa berat, tetapi apabila kita mau melakukannya maka kita akan dimuliakan bersama dengan Kristus. Walaupun kita mengalami banyak tantangan, tetapi kita tetap diberkati oleh Tuhan. Amin

Selalu Maju berjalan dalam Iman

“Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantumdi sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, AnakAllah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”
(Yohanes 20:30-31)


Saudara, seluruh tanda ajaib yang dilakukan oleh Tuhan Yesus telahtercantum dalam ayat-ayat yang telah kita baca, supaya kita percaya bahwaYesus adalah Mesias. Mesias adalah Allah yang menjadi manusia. Dan setiaporang yang mengaku bahwa Yesus adalah Mesias atau Anak Allah, maka didalam kehidupan orang tersebut ada sesuatu yang luar biasa, yaitu adanya kuasailahi yang bekerja pada orang itu karena Roh Allah tinggal di dalamnya. Salahsatu contoh adalah Simon, tatkala ia mengaku bahwa Yesus adalah Mesias,maka namanya berubah. Bukan lagi Simon, tetapi Petrus (batu karang). Dandi sinilah terjadi kelahiran baru. Di dunia ini banyak orang ingin manunggaldengan Tuhan melalui berbagai macam cara, termasuk melalui agama-agama yang ada, tetapi tidak ada yang berhasil, kecuali mereka percaya bahwa Yesusadalah Tuhan.

Sementara Roh dan firman Allah bekerja dalam jiwa kita, maka di dalam tubuh yang fana ini ada sesuatu yang ilahi. Saudara, ada tanda-tanda lain yang dibuat oleh Yesus, di antaranya air diubah menjadi anggur, orang kusta
disembuhkan, orang buta sejak lahir disembuhkan sehingga dapat melihat, orang yang bongkok selama 38 tahun disembuhkan sehingga dapat berdiri tegak, orang muda Nain yang mati dibangkitkan, anak Yairus yang sekarat
dan mati dibangkitkan, bahkan Lazarus yang sudah mati selama 4 hari telah dibangkitkan, dan sebagai klimaksnya adalah Ia telah mati di atas kayu salib, lalu dikuburkan dan pada hari yang ketiga Ia bangkit. Oleh sebab itu janganlahkita undur dari iman percaya kita, tetapi kita tetap percaya kepadaNya.
Saudara, Allah yang telah menjadi manusia ini adalah Allah yang sama dengan Allah yang telah memberkati Abraham. Secara pribadi, Abraham diberkati termasuk Sarah; mereka menunggu janji Allah yang disampaikan dengan sumpah. Allah menyelamatkan Abraham bukan hanya di bumi ini saja, tetapi hidup yang kekal. Sumpah ini dijanjikan sampai pada keturunannya, pertama-tama keluarga, kemudian anaknya yaitu Ishak, kemudian Yakub. Dan melalui Yakub inilah berkat Tuhan tersebar. Janji Allah untuk memberkati manusia tidak dibatasi oleh suatu bangsa,sebab siapa yang menerima Yesus akan diselamatkan. Oleh sebab itu, biarlah kita belajar mengucap syukur dan memperhatikan tanda-tanda yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Sebab banyak orang Kristen yang undur dari iman. Mereka juga melihat mujizat, tetapi mereka meremehkannya. Padahal, apabila seseorang mensyukuri mujizat yang telah diberikan oleh Tuhan, maka mujizat yang lebih besar akan diterima oleh orang tersebut. Dan apabila saat ini kita sedang mengalami persoalan yang berat, maka janganlah kita bersungut-sungut atau undur dari iman kita, sebab mujizat yang besar akan kita alami. Memang, sementara kita mengalami persoalan atau pergumulan itu sulit untuk mengucap syukur, bahkan seringkali muncul pertanyaan dalam diri kita : mengapa persoalan ini menimpa saya, atau mengapa aku harus lahir di dunia ini ?
Saudara, ketahuilah bahwa ketika kita mengalami persoalan, dan kita mau belajar mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi, maka kekuatan dari Allah itu akan muncul dalam kehidupan kita. Sehingga pada akhirnya kita mampu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dan juga, janganlah sekali-kali kita menyesali atas kehadiran kita di dunia ini, sebab Allah mempunyai maksud dan rencana atas kehidupan kita yaitu melakukan perkara yang besar bersama Dia. Seperti halnya bangsa Israael yang sempat tinggal di Mesir dan mereka diperhambakan oleh Firaun. Di mana mereka disuruh membangun kota Mesir dengan peluhnya, tetapi oleh kasih dan kemurahan Tuhan maka mereka dibawa ke luar dari tanah perbudakan menuju tanah perjanjian di bawah pimpinan Musa. Demikianlah kita yang dulunya hidup dalam perbudaan dosa, tetapi melalui pengorbananNya di atas kayu salib kita diselamatkan. Dan kita tahu bahwa upah dosa adalah maut. Selain itu, transisi dari dosa kepada maut telah didahului oleh malapetaka, sakit penyakit, kecelakaan dan musibah yang lainnya. Tetapi transisi yang kita alami sekarang tidak menuju maut tetapi menuju hidup yang kekal karena kita percaya kepada Kristus.
Saudara, orang Israel yang ada di Mesir seharusnya memperhatikan mujizat Tuhan secara teliti, karena saat mereka dibawa ke luar oleh Musa dari perhambaan untuk masuk di tanah Kanaan, sebenarnya Tuhan membedakan bahwa ada beberapa tulah yang terjadi di Mesir, di antaranya : air menjadi darah, katak dan lain sebagainya, tetapi orang Israel tidak mengalami tulah tersebut, sebab Allah membedakan terhadap orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya. Bahkan, ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, bangsa Israel diberikan bekal kekayaan orang Mesir. Tetapi di tengah perjalanan mereka harus menyeberang laut Kolsom, sedangkan di belakang mereka dikejar oleh musuh, sehingga mereka mengalami jalan buntu. Dan hal ini sering dialami oleh orang Kristen. Tetapi orang yang percaya kepada Kristus dengan sungguh-sungguh tidak ada jalan buntu, sebab Allah akan membuat jalan bagi kita. Dan saat mereka haus, mereka hendak minum air tetapi airnya pahit.
Seperti halnya kita yang sering mengalami sesuatu yang rasanya pahit. Tetapi janganlah kita kecil hati sebab apabila kita bersama Tuhan Yesus, maka air yang pahit akan diubah menjadi air yang menyegarkan. Ketika mereka melanjutkan perjalanan, mereka telah kehabisan bahan makanan, mereka mulai bersungut-sungut. Tetapi puji Tuhan, mereka tetap mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan dengan diturunkan mana dari sorga, sehingga mereka tidak mati kelaparan.
Jadi, melalui penjelasan-penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa selama kita tidak undur dari iman kita dan tetap berpegang pada janji Tuhan yang disertai dengan ucapan syukur, maka kita akan dipelihara oleh Tuhan sampai kesudahannya dan kita akan memperoleh hidup yang kekal. Amin.
Biarlah setiap kita sebagai orang percaya senantiasa hidup dalam Iman serta terus berubah dan mengalami kelimpahan dalam Kasih, Kemenangan dan Kemuliaan Tuhan ( Ibrani 11:35).

TETAP BERDIRI TEGUH

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa   dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”. (1 Korintus 15:58)
Kata   teguh   dalam   bahasa   aslinya   berarti   setia.   Isi   daripada   setia   yaitu adanya   komitmen   yang   tinggi.   Sedangkan   dalam   kata   komitmen   itu   sendiri mengandung   suatu   visi.   Demikian   halnya   dengan   Yesus   ketika   diutus   ke dalam dunia ini kehidupanNya penuh dengan komitmen dan Dia tidak sekedar menjalankan perintah Bapa tetapi atas dasar visi yang telah Dia terima. Visi yang Dia kerjakan tidak pernah tergoyahkan meskipun harus menghadapi resiko yang besar. Walaupun muridNya rela mati untuk menggantikan kematianNya di atas kayu salib namun Yesus tetap komitmen dengan visi yang Dia terima. Setiap orang percaya kepada Yesus dalam hidupnya akan muncul suatu visi baru. Kalau Kristus mendapat visi untuk mati sesaat, tetapi kita yang percaya kepada Yesus akan lahir baru sebagai imamat yang rajani. Untuk itu janganlah kita goyah saat menghadapi berbagai pencobaan karena kita sebagai imamat yang rajani. Kita saat ini bukanlah manusia yang terpuruk tetapi umat yang diberkati   dan   dipulihkan.   Memang   di   tengah   perjalanan   hidup   ada   banyak tantangan   tetapi   kita   harus   mengambil   suatu   keputusan   yang   sesuai   dengan Firman Allah maka kemenangan demi kemenangan akan kita terima, sebab apabila Allah di pihak kita, siapakah lawan kita.
Supaya kita tetap teguh maka harus bersatu dengan Kristus. Setiap orang yang   tetap   melekat   pada   Tuhan   sebagai   pokok   anggur   akan   tetap   berbuah di   dalam   Dia.   Dalam   mengambil   suatu   keputusan   perlu   adanya   sikap   yang disiplin.   Sebab    apabila   kita  mengambil      keputusan     dengan    ceroboh    maka persoalan besar yang akan kita tuai, sedangkan apabila kita melangkah dengan kedisiplinan maka dalam jangka panjang kita akan menghasilkan sesuatu yang luar   biasa.   Mungkin   kita   pernah   mengalami   kegagalan   akibat   tidak   disiplin dalam menjalankan visi, tetapi biarlah kita kembali pada keputusan yang sesuai dengan    firman    Allah.    Apabila    saat    ini    kita    mengalami    keadaan    yang    terpuruk,   maka hal yang pertama kita lakukan adalah introspeksi diri. Apakah kita sudah keluar dari visi atau sudah menyeleweng dari kehendak Tuhan.
Kalau kita mengalami kemerosotan dalam hidup ini ataupun diberkati; baik dalam hal pekerjaan, keluarga maupun usaha yang semakin berkembang, itu merupakan tanda bahwa diri kita sedang diuji, apakah goyah atau tidak dalam menjalankan visi yang kita terima. Langkah demi langkah Allah membuktikan kuasaNya.      Apabila    saat  ini  kita  meneliti    diri  sendiri  mengalami      banyak tantangan biarlah kita sadari bahwa kita akan mendapatkan mujizat dari Allah asalkan   tidak   goyah.   Semakin   besar   cobaan   yang   kita   alami   maka   semakin besar pula mujizat yang akan kita terima (Yakobus 1:2-6). Saat kita mengalami cobaan janganlah cepat mengambil keputusan dengan kekuatan kita sendiri. Orang yang mengandalkan diri sendiri akan terkutuk (Yeremia 17:5).
Segala sesuatu pasti ada waktunya karena Tuhan merindukan kita memiliki iman   yang   matang.   Dalam   melayani   Tuhan   kita   harus   tetap   menyala-nyala karena hal ini akan membuat kita tetap teguh dalam mengiring Dia. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana seseorang dapat terus menyala-nyala dalam  melayani   Tuhan?   Setiap   orang   yang   memiliki   Roh   Kristus   maka   dia akan tetap menyala-nyala dalam melayani Tuhan seperti halnya Tuhan Yesus saat berada di dalam dunia untuk mengemban tugasNya. Dia tidak pernah loyo, putus   asa   maupun   frustasi   dalam   menjalankan   misiNya,   walaupun   banyak rintangan yang dihadapi oleh Yesus, namun semuanya itu tidak membuat surut semangat Yesus, sebab di dalam diri Yesus ada Roh Kudus yang membuat Dia menyala-nyala dalam menjalankan pekerjaan Bapanya, bahkan sampai di atas kayu salibpun Dia Dia tetap mau mengampuni orang yang menganiayaNya. Hal ini tidak mudah untuk dilakukan tetapi oleh karena ketaatanNya kepada Bapa maka Ia berhasil untuk menyelesaikannya. Demikian dengan kita, janganlah kita   putus   asa,   loyo   maupun   frustasi   sebab   kita   sebagai   anak-anak   Tuhan ditetapkan   sebagai   pemenang   (1   Yohanes   5:4).   Di   antara   tokoh-tokoh   yang ada dalam dunia ini semua rohnya telah mengalami kegagalan, tetapi hanya ada satu tokoh yang tidak gagal yaitu Yesus Kristus. Dan setiap orang yang percaya pada Yesus akan berhasil karena di dalam dirinya ada Roh Kristus.
Roh Kristus tidak pernah gagal karena Roh Kristus merupakan energi yang luar biasa. Oleh sebab itu janganlah sekali-kali kita mendukakan Roh Kudus yang sudah dimeteraikan dalam hati kita, dan jangan memadamkan Roh yang sedang bekerja dalam hidup kita, apalagi menghujat. Dan perlu kita ketahui bahwa yang memberi kemampuan/kesanggupan untuk melakukan perkara yang besar adalah Roh Kudus. Untuk itu jangan sekali-kali seseorang memegahkan diri atas dirinya sendiri, sebab hal itu sama dengan kesombongan. Sedangkan orang yang sombong adalah musuh Allah. Dan kesombongan itu sendiri akan mendahului kehancuran.
Saudara,    sekali    lagi    firman    Tuhan    menasihatkan    supaya    kita    tetap    teguh    dan     tidak terpengaruh oleh keadaan sekitar kita. Sebab orang mudah terpengaruh seperti kapal di tengah lautan yang diombang-ambingkan oleh gelombang laut. Kalau kita tetap teguh maka kita akan dipercaya oleh Tuhan mulai dari perkara yang kecil sampai perkara yang besar, seperti yang tertulis dalam Lukas 16:10,  “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara- perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”
Kalau kita berhasil saat ini, itu merupakan hasil karya daripada Roh Kudus. Untuk itu tetaplah berdiri dengan teguh sebab Roh yang ada dalam diri kita lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia ini. Amin.

Agar    tetap   berdiri    teguh   dan   tidak   goyah    di   dalam    Tuhan,    tetaplah berpegang teguh dan turuti segala perintah dan nasihat Rasul Paulus, sebab semuanya   itu   adalah   kebenaran   Tuhan   yang   telah   diilhamkanNya   melalui Roh Kudus kepada Rasul Paulus untuk menuntun kta memasuki hidup yang berkelimpahan anugerah dan suka cita Tuhan.

Bermegah dalam Tuhan dan dipuji oleh Tuhan

”Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.” (2 Korintus 10:17-18).
Kali ini kita akan belajar mengenai sikap kita saat bertemu dengan Tuhan.Tatkala kita bertemu dengan Tuhan, maka kita harus memegahkan Dia, karena Tuhan mengajarkan kepada kita seperti bangsa Israel yang telah dibawa oleh Musa untuk ke luar dari tanah Mesir menuju kota Kanaan melalui padang gurun untuk belajar senantiasa memegahkan nama Tuhan. Dalam jumlah yang besar (+ 3 juta orang), mereka telah memegahkan Tuhan, sebab tidak ada lain yang sanggup menolong mereka, baik dalam hal nafkah yang mereka butuhkan maupun jaminan perlindungan. Oleh karena itu biarlah kita senantiasa memegahkan Tuhan saat bertemu denganNya, karena Tuhan akan memegahkan kita (dalam pengertian bahwa kita akan dipuji Tuhan). Pertemuan kita dengan Tuhan bukan sekedar pertemuan yang biasa dilakukan antara suami dan isteri, atau bertemu dengan pejabat, maupun dengan presiden atau raja. Apabila kita bertemu dengan pejabat saja, kita bersikap yang berbeda, apalagi bertemu dengan Tuhan yang lebih dari pejabat maupun presiden atau raja. Sebab Dia adalah raja di atas segala raja, dan Tuhan di atas segala Tuhan. Untuk itu hormat kita harus melebihi dari segalanya. Mengenai hal ini kita akan belajar bagaimana raja Daud bersikap, saat bertemu dengan Tuhan. Dalam Mazmur
2:11-12 dikatakan : ”Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya !”
Saudara, hidup dalam dunia ini tidak ada yang dapat kita banggakan atau kita megahkan; baik itu kekayaan, harta, kedudukan atau jabatan maupun hal yang lainnya, kecuali Tuhan. Sebab Tuhan memiliki segala sesuatu dan sumber dari segala sesuatu (Yeremia 17:5-6). Tetapi berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan (Yeremia 17:7-8).
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan dalam hal memegahkan atau dimegahkan Tuhan :

1. Dengan Iman
Kita ambil salah satu contoh kisah mengenai perwira di Kapernaum yang hambanya sedang jatuh sakit. Tatkala dia bertemu dengan Yesus, dia memohon supaya Yesus mau menyembuhkan hambanya. Lalu Yesus berkata : ”Aku akan datang menyembuhkannya.” Dan saat perwira itu mendengar jawaban daripada Yesus, maka ia mengekspresikan ketaatannya dengan berkata : “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” (Matius 8:9).
Saudara, bagaimanakah tanggapan Yesus setelah mendengar pernyataan daripada perwira itu ?. Dalam firman Tuhan dikatakan : ” …. heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.” (Matius 8:10).
Dalam ayat ini telah tersirat adanya suatu pujian dari Yesus yang ditujukan kepada perwira Kapernaum mengenai imannya. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah : “seberapa besar iman daripada perwira ini, sehingga Yesus sampai memujinya ?”. Besar atau kecilnya iman seseorang dapat kita lihat melalui seberapa besar ketaatannya terhadap kehendak Tuhan. Sebab iman tanpa perbuatan (yang di dalamnya bermuatan ketaatan) maka iman itu adalah mati. Namun, apabila kita bandingkan dengan pengalaman daripada Yunus sangat berbeda. Karena ketaatan Yunus itu timbul setelah mengalami berbagai musibah. Pada awalnya Yunus menolak perintah Tuhan dengan berbagai alasan yang dikemukakan. Tetapi setelah ia belajar untuk taat maka terjadi sesuatu yang luar biasa, di mana satu kota yang hendak ditunggangbalikkan oleh Tuhan akhirnya diselamatkan oleh Tuhan. Hal ini terbukti bahwa bukan karena besarnya iman yang dimiliki Yunus, tetapi oleh ketaatannya. Untuk itu, apabila kita semakin menurut firman Tuhan, maka semakin besar pula ajaib dan mujizat Tuhan yang akan kita alami. Seperti perwira ini, dia memegahkan Tuhan dengan imannya. Memang, menurut kehendak Tuhan itu tidak mudah, karena kadang-kadang kehendak Tuhan kerapkali bertentangan dengan keinginan daging kita.
2. Dengan Harap
Mengenai harap di sini, kita akan belajar dari kisah seorang janda miskin yang memberikan persembahan di rumah Tuhan. Saat itu Yesus sedang duduk dan menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit (Markus 12:41). Saudara, apakah artinya (nilai) uang dua peser? Seandainya dibelikan makanan, paling tidak hanya dapat satu piring atau satu bungkus makanan, tetapi bukan dua peser atau jumlah yang dapat menarik perhatian daripada Tuhan Yesus, melainkan hati daripada janda miskin inilah yang sanggup menarik hati Tuhan Yesus. Karena dalam hatinya ada suatu pengharapan yang besar, selain iman daripada janda miskin ini.
3. Dengan Kasih
Wujud daripada kasih ini dapat kita pelari melalui kisah seorang perempuan menuangkan minyak narwastu di atas kepala Yesus. Ketika perempuan ini menuangkan minyak yang mahal ini, maka murid-murid Yesus mulai gusar dan berkata : “untuk apa pemborosan ini ?”. Memang minyak ini sangat mahal, karena nilainya sama dengan upah selama satu tahun bekerja, tetapi dituangkan begitu saja. Hal ini tampaknya sebagai suatu kebodohan, padahal tidak. Karena tindakan ini merupakan bukti kasih yang besar kepada Tuhan, sebagai rasa ucapan syukur atas kasih Tuhan yang tak terbatas nilainya. Sehingga melalui tindakan ini, maka Yesus berkata : sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia (Matius 26:13).
Saudara, melalui beberapa penjelasan di atas biarlah boleh menjadi pelajaran kita; terlebih itu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita bukan menjadi orang yang memuji diri kita sendiri, melainkan kita yang dipuji Tuhan. Amin.

Jalan hidup manusia

Upah dosa ialah maut, transisi dosa kepada maut ibarat seseorang yang berjalan di tangga yang menurun. Waktu transisi dosa kepada maut didahului oleh kemiskinan, cobaan, stress, sakit, bangkrut, sampai kepada titik yang terberat, yaitu tanpa pengharapan atau kematian. Jalan hidup manusia pada umumnya berjalan menurun. Barangkali dia sempat kaya dengan jalan dunia, tetapi sebenarnya jalan hidupnya menurun dan diakhiri dengan kematian.
“Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)
Karunia Allah ialah hidup yang kekal. Sejak kita mengenal Yesus sebagai juruselamat, maka langkah kita sedang “naik tangga” dan bukan menurun. Dalam proses ini terjadi pemulihan, baik dalam rumah tangga, usaha, keluargadan yang lainnya. Semuanya menjadi baik sejak kita mengenal Tuhan Yesus. Langkah-langkah kita setiap hari diperbaharui, langkah kita kepada hidup yang kekal.
Dalam menghadapi dunia saat ini, memang agak sukar. Kalau kita lihatbanyak orang tidak memiliki pengharapan. Tetapi kita memiliki Allah yangluar biasa. Kita dipelihara di dalam kekuatan Allah, bahkan di tengah-tengahkrisis, kita sedang berjalan menuju “tanah Kanaan”. Kita memiliki Kerajaan Sorga, di mana Allah sendiri yang memerintah. Untuk itu jangan sampai kita terkena stress karena ada sesuatu yang jahat menimpa anak-anak Tuhan. Kita harus percaya bahwa anak-anak Tuhan berjalan kepada hidup yang kekal. Transisi percaya dan lahir baru adalah dipulihkan, bertambah baik, dan lebih baik lagi (Kisah Para Rasul 3:16).
Gereja Tuhan pada akhir zaman akan menjadi sempurna. Kita adalah anggota “tubuh Kristus” yaitu mempelai itu.
Untuk itu hari depan kita sangat mulia dan diberkati secara rohani maupun jasmani. Untuk itu syukurilah dan jangan mempermainkan kasih Karunia Allah dengan berbuat dosa. Dan hari depan kita tidak akan pernah tersandung. Yang dikehendaki oleh Allah adalah iman, yaitu roh dan perbuatan. Merupakan langkah hidup kita. Dan langkah rohani sangat penting sebelum kita melangkah secara jasmani.
1. Langkah Rohani (Efesus 3:14-21)
Dengan berdoa agar kita.
a. percaya kepada Tuhan Yesus (ayat 15);
b. Roh Kudus yang kaya dan kuat itu ada beserta dengan kita (ayat 16);
c. Berakar dan berdasar di dalam kasih yaitu Allah sangat mengasihi kita (ayat 17).
Untuk itu jangan kita berdosa, maka langkah kita akan menurun. Tetapi hidup kita akan melangkah naik sampai kita dipenuhi dengan kepenuhan Allah (Ayat 18-19), selanjutnya di dalam kita ada kuasa yang bekerja dengan luar biasa (ayat 20-21).
2. Langkah perbuatan (1 Petrus 1:3-5)
Langkah kita adalah iman (jangka pendek), harap (jangka panjang), dan kasih (eternal/kekal). Mujizat pertama adalah lahir baru, lalu kita mengalami kebangkitan yaitu pemulihan dalam hidup kita. Kita percaya bahwa tahun
ini adalah tahun yang penuh dengan berkat Tuhan. Untuk itu jangan kuatir, karena Tuhan sanggup memelihara hidup kita di tengah-tengah padang pasir sekalipun, Jalan kita menuju kepada “tanah Kanan” (2 Petrus 1:5-10).
Setiap orang yang berani mengambilkah iman iman dengan Tuhan – ia akan mengalami pengalaman-pengalaman luar biasa dengan Tuhan…. Jangan berhenti melangkah !

Kuasa Doa

Doa kelihatannya mudah dilakukan tetapi kebanyakan orang sering melupakan. Berdoa sangat penting sekali, jika kita tidak berdoa maka kehidupan kita akan menjadi seperti rutinitas, kita akan kehilangan kekuatan. Dan saat kita berdoa maka kerajaan iblis akan digoncangkan. Kekristenan bukan sekedar agama tapi kekristenan berbicara  tentang hubungan dengan Yesus. Miliki hubungan doa yang erat dengan Yesus.
Mengapa kita harus berdoa?
1.  Tanpa     doa   kita  tidak  akan   mempunyai       hubungan     dengan   Tuhan.         Hubungan kita dengan Tuhan akan terputus.
2.   Doa adalah nafas kehidupan orang percaya, Gereja yang tidak berdoa  maka tidak ada nafas dari sorga sehingga kita menjadi lemah (seperti paru-paru).
3.   Doa adalah kekuatan bagi orang percaya, “dan berkata kepada mereka: “Ada     tertulis:  Rumah-Ku      akan   disebut   rumah    doa.   Tetapi   kamu menjadikannya sarang penyamun” (Matius 21:13). Kita harus menjadi rumah doa, setiap saat kita bangkitkan roh doa dalam kita.

Saat kita berdoa maka kerajaan setan akan tergoncang. Jika kehidupan doa  kita ingin dipulihkan maka kita harus merendahkan diri, berdoa lalu berbalik  dari jalan-jalan yang jahat (2 Tawarikh 7:14).
Dalam keluarga perlu ada mezbah keluarga. Pada   saat   kita   berdoa   maka   kemuliaan   Tuhan     akan   dinyatakan,   pintu  tertutup akan dibukakan, keajaiban terjadi.

Prinsip Berdoa :
Jangan   mengasihi   diri   sendiri   tetapi   harus   merebut   kemenangan.   Karena
dengan mengasihi diri sendiri maka akan terjadi seperti yang kita pikirkan.

Cara berdoa :
•    Ucapkan    syukur    pada    Tuhan.
•    Aplikasikan    4    dimensi    Roh    Kudus    yaitu    :
a. Pikiran Kristus
b. Visual, mulai melihat dengan mata rohani hal-hal  yang kita doakan
c. Mulai percaya dalam hati
d. Ucapkan dengan berkata-kata (Proklamasikan kemenangan).

Ada pandangan bahwa berdoa mempunyai nilai yang kecil. Tetapi pandangan itu salah karena dengan berdoa maka banyak keajaiban
antara lain:
•     Musa   berdoa   laut   Teberau   terbelah,   sehingga   bangsa   Israel   berhasil  menyeberangi.
•     Elia      berdoa   api  Tuhan    turun   dari  langit  menyambar      habis   korban bakaran.

Biarlah setiap kita bukan hanya menjadi  “Man Of God” – tetapi juga menjadi “Man Of Prayer” – sebagai anak-anak Tuhan yang juga rajin berdoa – sehingga kita dapat selalu hidup berkelimpahan dalam kemenangan dan kemulianNya (Matius 6:5-9).

Metode Menggali Firman Tuhan

Metode Menggali Firman Tuhan
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menggali Firman Tuhan secara praktis:
1. Berdoa dan Terima setiap Firman Tuhan
2. Teliti dan Renungkan ayat-ayat tersebut
Meneliti, artinya mempelajari dengan seksama, lebih dari sekedar membaca
a. mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan
misalkan:
  • Apakah pokok pikiran yang ada dalam ayat-ayat tersebut?
  • Dosa apakah yang Allah nyatakan kepada kita?
  • Perintah apa yang Tuhan berikan melalui bacaan tersebut?
  • Janji apa yang Tuhan berikan melalui bacaan tersebut?
Gali seputar karakter :
  • Karakter apa yang dinyatakan melalui bacaan tersebut?
  • Berkat apa yang kita peroleh jika memiliki karakter tersebut?
  • Akibat apa yang kita alami jika kita menolak karakter tersebut?
b. membayangkan
c. tarik kebenaran yang kelihatan secara langsung di ayat atau bacaan tersebut
d. Uraikan kata atau per kalimat
e. Tuliskan dalam bentuk statement lengkap

3. Catat aplikasinya
Aplikasi harus bersifat:
a. pribadi,
b. praktis,
c. dapat dilaksanakan, dan dapat dibuktikan / diukur
4. Ulangi lagi / evaluasi dengan membaca dan merenungkan sekali lagi catatan tersebut

Saran:
Akan sangat menunjang penggalian kita akan Firman Tuhan apabila kita mempunyai beberapa buku, seperti: Ensiklopedi Alkitab, Survei Alkitab (PL dan PB), Tafsiran Alkitab, Alkitab dalam terjemahan versi yang lain; dan masih banyak lagi.
Membagikan Firman Tuhan
Membagikan apa yang telah kita dapatkan dalam penggalian Firman Tuhan, yaitu kebenaran atau prinsip-prinsip yang kita dapatkan serta aplikasi praktis untuk kita praktekkan, merupakan hal yang sangat penting untuk kita dapat saling menguatkan dan saling membangun satu dengan yang lain dalam persekutuan doa .(Ibrani 10:24-25).

Keuntungan membagikan:

  • membangun orang lain
  • kita diperkaya oleh kesaksian orang lain
  • semakin ingat apa yang kita dapatkan
  • selalu terdorong untuk mempraktekkan
Prakteknya :
a. Bentuklah kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 orang
b. Ambillah sebuah ayat (Yohanes 3:16) dan galilah:
•     Bantu dengan pertanyaan-pertanyaan, misalnya: Apa yang menggerakkan Allah menyelamatkan manusia? Siapakah yang diutus Allah untuk menyelamatkan manusia? Bagaimanakah manusia bisa diselamatkan?
•     Bayangkan, besarnya kasih yang sampai rela memberikan yang terbaik
•     Dapatkan kebenaran yang terlihat secara langsung
•     Rencanakanlah aplikasi praktis untuk dapat dilakukan
c. Bagikanlah apa yang didapatkan, diskusikan dan rangkumlah
d. Ambillah sebuah perikop (Matius 4:1-11)
•     bantu dengan pertanyaan-pertanyaan, misalnya : Pencobaan apa yang dialami oleh Yesus?, Bagaimanakah caranya Yesus menghadapi cobaan-cobaan tersebut?, Prinsip-prinsip apakah yang bisa kita dapatkan dari kisah tersebut?
•     Bayangkan kondisi Tuhan Yesus pada waktu itu
•     Dapatkan kebenaran yang terlihat secara langsung
•     Rencanakanlah aplikasi praktis untuk dapat dilakukan
e. Bagikanlah apa yang didapatkan, diskusikan dan rangkumlah
f. Presentasikan apa yang didapatkan dalam kelompok
Berkotbah , membagikan Firman Tuhan
Pelayanan kotbah sangatlah penting karena
1.  Tuhan menyampaikan pesanNya melalui pengkotbah
2.  umat Tuhan sangat membutuhkan kebenaran disingkapkan hingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
3.  kehidupan pengkotbah seringkali menjadi contoh bagi jemaat untuk dapat menjadi pelaku Firman

Tiga   hal yang penting dalam berkotbah
1.  Pribadi pengkotbah
2.  Isi Kotbah
3.  Cara Penyampaian

Kriteria umum pengkotbah
1.  sudah lahir baru, penuh Roh Kudus dan memiliki kerinduan yang kuat untuk terus bertumbuh
2.  memiliki beban dan bersukacita dalam menyampaikan pesan Tuhan atau mengajar
3.  memiliki kesukaan dan disiplin dalam membaca, menyelidiki, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan
4.  setia berdoa dan peka terhadap pimpinan Roh Kudus
5.  berkepribadian dewasa dan stabil

II. Persiapan
A. Fisik : pakaian yang layak dan bersih, sehat / tidak sakit, buatlah diri kita nyaman, stamina yang baik dan cukup.
B. Rohani : Doa, puasa, galilah Firman Tuhan, siapkan ilustrasi dan terpenting penyertaan kuasa Roh Kudus

III. Penyampaian
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyampaian sebuah kotbah. Semakin baik cara penyampaian kita semakin mudah pula sebuah kotbah diterima oleh pendengar. Demikian juga semakin buruk cara penyampaian kita maka pesan yang baguspun belum tentu dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

A. Pemakaian Kata dan Tata Bahasa yang Benar
Kata yang harus dihindari:
•     Kata-kata porno, atau kata yang bisa ditafsirkan tidak sopan
•     kesan jorok dan menjijikkan
•     menjelekkan, merendahkan, menghina atau melecehkan seseorang, gereja, agama lain
•     penyampaian identitas seseorang, gereja atau identitas, gunakan dengan sopan , kecuali hal yang baik atau dengan ijin

B. Intonasi, meliputi: volume, kecepatan, tekanan dan panjang pendeknya kalimat

C. Bahasa Tubuh
Usahakan roman muka seorang pengkotbah adalah roman muka yang bergairah, bersemangat, dan bersahabat. Jangan pucat, takut, tegang, marah. Pakailah gerakan tangan yang pas, luwes dan bervariasi. Gerakan yang pas akan menambah kesan yang begitu dalam atas apa yang disampaikan. Gerakan tangan atau badan jangan tanpa tujuan, tetapi berhubungan dengan arti dan suasana hati. Dan gerakan harus sopan sesuai dengan budaya.

D. Tatapan Mata
Mata adalah bagian yang paling diperhatikan pendengar. Jangan menatap satu titik terlalu lama, misal lihat teks atau Alkitab terus, melihat ke atas atau ke lantai, dinding atau ke satu orang terus dan lama. Hendaklah mengadakan kontak mata singkat dengan seluruh pendengar dan tatap dengan penuh perhatian dan sopan.

E. Perhatikan pemakaian waktu
Hendaknya dalam penyampaian kotbah jangan terlalu lama / bertele-tele atau jangan terlalu cepat / tergesa-gesa, sampaikan dengan nyaman dan perhatikan waktu yang diberikan.

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Markus 16:15
JESUS BLESS YOU

Buah Buah Roh (Galatia 5:22-23)

Tenang… hari masih pagi.  Langit masih agak gelap. Dunia masih tidur. Hari itu akan dimulai.

Dalam beberapa saat lagi fajar akan tiba. ‘Mengaum’ menuruni jalan dengan terbitnya matahari. Keheningan fajar akan ditukar untuk kebisingan hari. Ketenangan kesendirian akan digantikan oleh keramaian deburan umat manusia. Perlindungan dari pagi hari akan diserbu oleh keputusan yang harus dibuat dan batas waktu yang harus dipenuhi.

Selama dua belas jam berikutnya saya akan terkena tuntutan hari itu. Bahwa saya harus membuat pilihan sekarang. Karena Kalvari, saya bebas untuk memilih, Sehingga saya memilih…

Saya memilih kasih … Tidak ada kesempatan membenarkan kebencian, tidak ada ketidakadilan dan kepahitan, aku memilih kasih. Hari ini saya akan mengasihi Tuhan dan apa yang Allah kasihi.

Saya memilih sukacita … Aku akan mengundang Allahku untuk mengatasi keadaan. Aku akan menolak godaan untuk menjadi sinis … alat dari pemikir malas. Aku akan menolak untuk melihat orang-orang sebagai sesuatu yang kurang dari manusia, diciptakan oleh Allah. Aku akan menolak untuk melihat masalah sebagai sesuatu yang kurang dari sebuah kesempatan untuk melihat Tuhan.

Saya pilih damai … Aku akan hidup diampuni. Aku akan mengampuni sehingga saya bisa hidup.

Saya memilih kesabaran … Aku akan mengabaikan ketidaknyamanan dunia. Daripada mengutuk orang yang mengambil tempat saya, saya akan mengundang dia untuk melakukannya. Daripada mengeluh bahwa menunggu terlalu lama, aku akan berterima kasih kepada Allah sejenak untuk berdoa. Daripada bersungut-sungut di tugas baru, saya akan menghadapi mereka dengan sukacita dan keberanian.

Saya memilih kebaikan … Aku akan bersikap baik kepada orang miskin, karena mereka sendirian.  Dan baik untuk tidak baik, karena itu adalah sebagaimana Allah telah memperlakukan saya. Saya memilih kebaikan … Aku akan pergi tanpa satu senpun sebelum mengambil satu ketidak jujuran. Aku akan diabaikan sebelum aku akan memegahkan diri. Aku akan mengaku sebelum saya menuduh. Saya memilih kebaikan.

Saya memilih kesetiaan … Hari ini saya akan menepati janji saya. debitur saya tidak akan menyesal kepercayaan mereka. rekan saya tidak akan pertanyaan kata-kata saya. Istri saya tidak akan mempertanyakan cintaku. Dan anak-anak saya tidak akan pernah takut bahwa ayah mereka tidak akan pulang.

Aku memilih kelembutan … Tidak ada yang dimenangkan oleh kekuatan. Aku memilih untuk menjadi lembut. Jika saya mengangkat suara saya mungkin itu hanya untuk memuji. Jika saya kepalkan tinju saya, mungkin itu hanya dalam doa. Jika saya membuat sebuah tuntutan, mungkin itu hanya dari diriku sendiri.

Saya memilih pengendalian diri … Saya makhluk spiritual. Setelah tubuh ini mati, jiwaku akan melambung. Saya menolak untuk membiarkan apa yang akan membusuk, aturan yang kekal. Saya memilih pengendalian diri. Saya akan mabuk hanya dengan sukacita.

Saya akan bersemangat hanya oleh iman saya. Aku akan dipengaruhi hanya oleh Allah. Aku hanya akan diajarkan oleh Kristus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. Untuk hari ini janji saya. Jika saya berhasil, saya akan bersyukur. Jika saya gagal, saya akan mencari karunia-Nya. Dan kemudian ketika hari ini selesai, Aku akan menempatkan kepalaku pada bantal dan beristirahat.

Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, digenapi dalam Perjanjian Baru

Ada banyak nubuatan dari kitab Perjanjian Lama yang akhirnya dibuktikan di Perjanjian Baru bahwa Yesus adalah sang Mesias.

Sang Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan.
Yesaya 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Dia berasal dari suku bangsa Yehuda.
Kejadian 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Sang Mesias akan lahir di Betlehem
Mikha 5:2 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

Penderitaan Yesus sang Mesias bahwa Dia akan terluka karena pelanggaran kita dan kita menjadi sembuh oleh bilur bilur di tubuhnya.
Yesaya: 53: 4-7
4. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
7. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Mesias (seorang yang diurapi) akan datang dan disingkirkan “sebelum” kota dan tempat kudus itu dimusnahkan. Kita tahu bahwa kerajaan Romawi menghancurkan Yerusalem dan bait Allah didalamnya pada tahun 70 Masehi yang mana menurut nubuatan nabi Daniel sang Mesias ada disana sebelumnya. Siapakah sang Mesias itu, yang datang di Yerusalem sebelum tahun 70 dan akhirnya disingkirkan? Tentu saja hal ini mengacu pada Yesus.
Daniel 9: 24-26
24. Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
25. Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.
26. Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
27. Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”

KematianNya dalam bentuk disalibkan (dipaku di tangan dan kakiNya)
Mazmur 22:16 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.

Pengkhianatan sudah disebutkan 500 tahun sebelum hal itu terjadi. Dikatakan disitu bahwa hargaNya adalah 30 keping uang perak, dan juga ditulis bahwa uang itu akan diberikan ke penuang logam di bait Allah.
Zakharia 11: 12-13
11:12 Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.
11:13 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” –nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN.

//

//

Jesus pemilik asuransi duniawi dan surgawi

Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16)

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu (Mazmur 103:3)

Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! (Luk 12:28)

Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Flp 4:19)

Kenyamanan
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yoh 14:1)

Persahabatan
Dan ketahuilah “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:20)

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh 14:27)

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2)

Alasan-alasan untuk ikut serta dalam Jesus Life Insurance
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua didunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Asset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.

Premi
{Roma 5:8}
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih
berdosa.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Prosedur aplikasi
{Kis 5:8}
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kis 16:31
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat,……”

Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar Lunas oleh Yesus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s