Catharanthus roseus (L.)

Standar

d

PENDAHULUAN euey!

Tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) adalah salah satu jenis tanaman hias yang juga berfungsi sebagai tanaman obat (apotik hidup). Tapak dara sendiri biasanya dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu merah dan putih. Namun, dewasa ini telah banyak dikembangkan jenis­-jenis baru Tapak Dara dengan berbagai macam warna-warna indah, seperti: kelopak ungu (Blue Pearl Vinca Seeds),kelopak merah dengan warna putih di tengah (Vinca Pacifica Punch Halo), dan masih banyak jenis-jenis baru lainnya.

M0RFOLOGI

Ciri-ciri dari Vinca adalah antara lain : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang.

Tumbuhan ini berbunga antara bulan Mei sampai September. Penyebaran Vinca adalah melalui biji.
Spesies atraktif ini banyak ditemukan di seluruh daerah di Alabama. Karena keatraktifannya, tumbuhan ini sangat mudah diidentifikasi, karena memiliki ukuran bunga yang besar, daun yang berkilauan, dan pasangan-pasangan buah. Kebanyakan dijumpai dengan warna merah muda.
Layaknya manusia, Vinca juga memiliki banyak nama panggilan, yaitu beberapa di antaranya adalah : Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae — Plants
Subkingdom: Tracheobionta — Vascular plants
Superdivision: Spermatophyta — Seed plants

Division: Magnoliophyta — Flowering plants

Class: Magnoliopsida — Dicotyledons

Subclass: Asteridae
Order: Gentianales
Family: Apocynaceae — Dogbane family

Genus: Catharanthus G. Don — periwinkle P

Species: Catharanthus roseus (L.) G. Don— Madagascar periwinkle P

ANATOMI

AKAR
Secara mikroskopik, potongan akar Catharanthus roseus berwarna coklat kekuningan, bentuk silindrik, permukaannya sedikit berkerut, garis tengah akar 2 mm sampai 5 mm.
Jika dilihat dari penampang melintang, tampak jaringan gabus yang terdiri dari beberapa lapis sel dengan bentuk persegi panjang, berwarna coklat tua. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel dengan bentuk polygonal.
Jika dilihat floemnya, dapat dilihat bentuk floem yang berbentuk polygonal kecil. Kambiumnya memiliki empat lapis sel yang berbentuk persegi panjang dan agak pipih. Jari-jari empulur terdiri dari satu lapis sel, dengan bentuk yang nyaris polygonal, dan dinding yang tebal.
Xilemnya terdiri dari banyak sel yang berbentuk polygonal, dinding yang tebal, terdapat trachea dengan bentuk bulat telur sampai bulat dengan dinding yang tebal. Serbuknya berwarna putih kekuningan. Fragmen pengenal adalah fragmen jaringan gabus yang terpotong paradermal bentuk polygonal dengan dinding tebal, fragmen jaringan gabus dengan sel-sel bentuk empat persegi panjang berwarna coklat. Fragmen parenkim xylem bentuk polygonal, dinding tebal dengan noktah kecil-kecil, fragmen parenkim korteks bentuk hampir bulat, berdinding tipis fragmen parenkim floem bentuk bulat panjang dengan dinding tidak beraturan.
FISIOLOGI
Vinca, nama lain dari Catharanthus roseus merupakan tumbuhan liar yang biasanya tumbuh subur di padang atau pedesaan yang beriklim tropis. Tumbuhan ini termasuk dalam jenis semak tegak dan mampu mencapai ketinggian batang sampai 100 cm. Tanaman ini sifatnya parennial, artinya hidup selama kurang lebih dua tahunan.
Dari keterangan di atas, maka diketahui bahwa vinca (Catharanthus roseus) termasuk dalam golongan C3.
Para peneliti dari luar pada tahun 1950 menemukan bahwa pada Catharanthus roseus terkandung setidaknya 70 jenis alkaloid. Beberapa diantaranya adalah katarantin, leurosin sulfat, loknerin, tetrahidroalstonin, vindolin dan vindolinin yang menurunkan level atau kadar gula dalam darah. Selain sebagai penurun tekanan darah, tanaman ini dapat bekerja sebagai hemostatik, sedangkan dua dari berbagai jenis alkaloid (vinkristin dan vinblastin) memiliki kasiat antikanker.selain itu, terdapat pula alkaloid reserpin dan serpentin sebagai penenang.

Rumus kimia dari vinchristine adalah sebagai berikut:

Sedangkan rumus kimia dari vinblastine adalah sebagai berikut:

Catharanthus roseus berfungsi sebagai obat kencing manis (antidiabetes) dan peluruh haid (emenanoga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s