Pentakosta

Standar

Pentakosta atau Pantekosta adalah  suatu  pesta  yang  ummat
Kristen  warisi  dari  ummat  Yahudi.  Kata  Pentakosta  itu
berasal dari kata Yunani  (Greek)  PENTEKOSTE  yang  berarti
"hari  yang  kelima-puluh,"  yakni  hari  yang  kelima puluh
sesudah pesta Paskah

Semula Bani Israil merayakan pesta  ini  sebagai  pernyataan
syukur  kepada  Yahwe  atas hasil panennya, dengan lain kata
pesta panen. Kemudian mereka juga merayakan pada tanggal itu
Syari'at  yang  diturunkan  di  bukit Sinai, yakni Tauratnya
Nabi Musa a.s. (1230 s.M.)

Oleh karena keajaiban yang  terjadi  pada  pesta  Pentakosta
sebagai dikisahkan di Kitab Perbuatan Rasul-rasul bab kedua,
maka sudah seyogianya ummat Nasara memberi  arti  lain  pada
Pentakosta, arti yang berhubungan dengan keajaiban itu.

Menurut  sarjana  modern dan theolog yang berdada luas Kitab
Kisah Perbuatan Rasul-rasul bukan  seluruhnya  ditulis  oleh
Lukas.   Sebagai  seorang  dukun  Yunani,  Lukas  senantiasa
mengiringi Paulus yang  berpenyakitan.  Banyak  tangan  yang
bekerja  kemudian, ada bagian-bagian yang dibuang dan terang
sekali bahwa ada bagian-bagian yang ditambah . Hal ini dapat
dilihat  antara  Codex Alexandrinus dan Codex Bezae. Pendeta
masyhur Dr.  A.  Powell  Davies16  berpendapat  bahwa  semua
bagian  yang  bertalian  dengan  pemberian Ruhulkudus adalah
tambahan, karena  perlunya  mengisi  pengharapan  kembalinya
Yesus  di muka bumi sebagai Messiah pada Pentakosta. Katanya
bahwa mereka yang percaya berkemasukan ruh  pada  Pentakosta
beberapa  minggu sesudahnya bangkit kembali Yesus (Perbuatan
Rasul-rasul   11:1-4).   Akibatnya   adalah   "glossolalia,"
pengeluaran  suara  dari mulut dengan "excited" dan yang tak
dapat dimengerti orang,  bukannya  berbicara  bahasa  asing.
Agama  adalah  untuk  dimengerti  orang,  dan oleh karenanya
Paulus khawatir tentang junun ini, walaupun ia berkata bahwa
ia  melewati lain orang dalam hal "kerasukan" secara begini;
beliau berpikir tidak ada gunanya kalau tidak ada yang dapat
"menafsirkan"    lebih   baik   adalah   bertabligh   secara
terang-terangan (I Korintus XIV).

Pesta Pentakosta adalah  hampir  sama  tuanya  dengan  Pesta
Paskah   Nasara   dan   di   samping  memperingati  turunnya
Ruhulkudus, juga diperingatinya pembentukan  jemaah  Kristen
yang mutlak di Yerusalem

Dahulu kala di Roma malam Pentakosta sama saja seperti malam
Paskah: orang-orang  yang  tak  dapat  dibaptis  pada  malam
Paskah  dibaptisnya  pada  malam  Pentakosta. Pada zaman itu
belum ada kesempatan lain  untuk  membaptis  orang.  Menurut
Gereja  Katolik Romawi air baptis dibacakan dahulu pada hari
Vigilie, dan ini  adalah  sisa  dari  upacara  baptis  kuna.
Semula  Pentakosta,  hari  yang kelima puluh sesudah Paskah,
adalah hari penutup dari  Musim  Paskah.  Sesudah  Leo  yang
Agung, pesta gereja dirayakan selama sepekan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s