Manfaat orgasme bagi kesehatan

Standar

Apa hebatnya seks tanpa orgasme! Pastinya setiap
orang menikmati saat-saat puncak ini sewaktu bercinta. Biasanya, semakin

bertambah usia, orang cenderung semakin tak menaruh perhatian pada hal-hal
terkait seks. Setiap pasangan makin merasa nyaman dengan hubungan yang mereka
jalani selama bertahun- tahun dan bahkan agak sulit menikmati romatisme di
hari bersama pasangan, yang ada malah tenggelam dalam kesibukan pekerjaan
masing-masing. Sebenarnya, orgasme bukan hanya sekedar inti dari sebuah
hubungan seksual, namun juga memiliki fungsi penting bagi kesehatan. Alfrde
Kinsey, seorang psikolog melakukan penelitian tentang kehidupan seksual pria
dan wanita di tahun 1950-an, yang membuatnya jadi terkenal saat itu. Akan tetapi
informasi yang diluncurkannya sebenarnya lebih penting dari pada studi itu
sendiri. Dalam salah satu laporan yang dirilis, Kinsey menyebut seks terbukti
mampu mengurangi stress. Dalam laporan yang sama juga ditunjukan perbedaan
besar dalam kekerasan dengan frekuensi seks dan orgasme. Bagi kebanyakan orang
yang menikmati seks dan orgasme secara teratur lebih membuat mereka tak agresif
dan tak melakukan tindak kekerasan dari pada individu yang kurang. Dari laporan
ini, disimpulkan kalau kepuasan seks dan orgasme memiliki pengaruh jangka
panjang dalam meredam kemarahan dan membantu keseimbangan kesehatan jiwa.
Studi yang dilakukan bertahun-tahun kemudian
menunjukan bahwa frekuensi hubungan seksual dan orgasme memperkecil tingkat
kematian pada pria dan wanita. Sebagai tambahan, seks juga mengurangi resiko
penyakit jantung pada kaum wanita. Pasangan yang melakukan hubungan seksual
secara aktif cenderung lebih menikmati kehidupan dengan resiko kesehatan yang
lebih rendah dibanding dengan pasangan yang kurang aktif. Dudley Chapman,
seorang gynecologist, meyakini kebenaran studi yang dilakukan oleh para
psikolog di universitas Wilkes, yang menyebut orgasme membantu tubuh kita
memerangi segala macam infeksi. Dan inilah alasan kenapa pasangan yang
melakukan hubungan seksual secara aktif jauh dari penyakit.
Sebuah studi lain yang dilakukan di
Melbourne, Australia
menemukan korelasi antara ejakulasi dan kanker prostat. Beberapa pria berusia
antara 20 hinga 50 tahun dilibatkan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan
kalau frekuensi ejakulasi mampu mengurangi resiko menakutkan dari kanker
prostat. Studi ini juga menerangkan kalau bukan hanya resiko kanker prostat
yang berkurang, tapi ferkuensi orgasme juga mampu mencegah rasa sakit waktu
buang air kecil pada para pria di tahun-tahun senior mereka. Dan disimpulkan
dari studi tersebut kalau ejakulasi memiliki peran peting dalam memperbaiki
kesehatan prostat serta mencegah masalah prostat untuk selanjutnya. Sebenarnya,
seks dan orgasme merupakan sebuah cara bagi tubuh kita untuk melepaskan stress
dan kecemasan yang menumpuk sepanjang hari sejalan dengan aktivitas yang padat.
Terlepas dari adanya bukti ilmiah atau bukan, yang perlu Anda sadari hanyalah
bagaimana cara bersantai dan merasa tenang setelah Anda memperoleh orgasme dan
Anda akan segera menyadari kalau tubuh Anda memang membutuhkan rehat dari
realitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s