PAPUA dengan kekayaan laut yang “luar biasa”

Standar

Gambar papua

Gambar papua

Kekayaan Laut yang Luar Biasa
KEPULAUAN Raja Ampat sekitar 50 mil dari pusat Kota Sorong memiliki
keanekaragaman laut yang luar biasa, terbaik, dan terindah di
Indonesia. Walau sampai tahun 2001 ini kehebatan Raja Ampat dengan
keanekaragaman hayati laut belum terungkap, tetapi para ahli
keanekaragaman kelautan mengusulkan agar Raja Ampat segera ditetapkan
menjadi situs warisan dunia.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia kepada pers di
Jayapura beberapa waktu lalu mengungkapkan, sangat antusias dan
bangga, Kepulauan Raja Ampat sekitar 50 mil sebelah barat-utara Sorong
mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis
karang yang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di
daerah itu.

Dari 450 jenis karang itu, tujuh jenis di antaranya merupakan temuan
baru bagi dunia ilmu pengetahuan karang, dan belum pernah ditemukan di
dunia lain. “Menemukan karang dalam satu kali kunjungan, belum pernah
saya temukan selama hidup. Bahkan, belum ada penelitian karang yang
dapat menemukan lebih dari 450 jenis karang,” tutur Veron.

Kepulauan Raja Ampat terdiri dari tiga kecamatan, yakni Waigeo Utara
dan Waigeo Selatan serta Kecamatan Salawati. Kepulauan Raja Ampat
sedang dalam proses menuju daerah otonom, sebagai kabupaten baru.
Selain memiliki potensi laut, juga potensi hutan sangat besar bahkan
terbesar di Sorong.

Para ahli keanekaragaman hayati laut dari luar negeri dan dalam negeri
mengadakan penelitian di sekitar Pulau Batanta, Waigeo, dan Gam.
Penelitian difokuskan pada ikan laut, karang, molusca, dan sumber daya
lautnya.

Dr Gery Allen didampingi La Tanda dari LONLIPI Biak, berhasil
menemukan 950 jenis ikan karang dalam dua pekan. Dari jumlah ini empat
jenis tergolong baru bagi dunia, antara lain Eviota, sejenis ikan
gobi, Apogon (ikan kardinal), dan satu jenis hiu disebut Hemysyllium.

Gerry Allen, ahli ikan karang dan ikan air tawar telah bekerja 25
tahun di seluruh dunia, namun belum pernah memiliki pengalaman seperti
dialami di Kepulauan Raja Ampat. Di sana ditemukan sejumlah keindahan
taman laut yang paling indah dan murni dari seluruh taman laut di
Indonesia.

“Unbelievable, luar biasa. Baru kali ini saya berhasil menghitung 283
jenis ikan karang dalam satu kali penyelaman selama 80 menit. Ini
adalah rekor tertinggi dalam karier penelitian saya,” kata Allen yang
telah menulis ratusan buku tentang ikan itu.

Dr Fred Wells dari Australia menambahkan, dalam waktu singkat dia
berhasil menemukan 600 jenis molusca dari berbagai ukuran. Wells
sangat yakin, terdapat lebih banyak lagi jenis molusca dari yang
ditemukan itu.

Para ahli keanekaragaman hayati laut sepakat bahwa kondisi karang di
kawasan Raja Ampat adalah kawasan laut terbaik di Indonesia. Kawasan
laut Raja Ampat perlu dikelola secara baik sebelum terjadi pencemaran,
pengeboman, dan perusakan laut.

Mereka merekomendasikan agar Pemerintah Indonesia dan lingkungan hidup
dunia sesegera mungkin mengangkat kawasan laut Kepulauan Raja Ampat
sebagai situs warisan dunia. Sebab, dalam situasi dan kondisi seperti
sekarang, orang sangat sulit menemukan keutuhan karang laut dan
keanekaragaman hayati di dalamnya seperti Raja Ampat.

Kepulauan Raja Ampat dikenal sangat indah dengan pantai dan lautnya.
Daerah ini jauh lebih indah daripada salah satu kepulauan di Filipina
yang saat ini dipromosikan sebagai wisata bahari terbaik dunia.

“Kalau pemerintah ingin menjadikan pariwisata sebagai salah satu
devisa negara, silakan mengelola kawasan laut Kepulauan Raja Ampat.
Tetapi, paling pokok adalah menjaga kelestarian habitat laut dan biota
laut di Kepulauan Raja Ampat,” kata pimpinan Conservation
Internasional Cabang Irja, Suer Suryadi.

Tim ahli keanekaragaman hayati laut saat ini kembali berada di kawasan
perairan Raja Ampat. Mereka mengadakan penelitian lebih lanjut untuk
menghimpun data sebanyak mungkin mengenai keanekaragaman hayati laut
Raja Ampat.

Para ahli ini juga khawatir, telah terjadi penebangan liar secara
besar-besaran dan pengeboman ikan di kawasan Waigeo Barat, di
Kepulauan Raja Ampat, yang akan berpengaruh terhadap keanekaragaman
hayati laut di kawasan Raja Ampat. Masyarakat sangat tergantung pada
sumber daya laut seperti jenis ikan napoleon, kerapu, goropa, kerang,
teripang, dan ikan karang lainnya.

Penyelundupan kayu ilegal melalui Kepulauan Raja Ampat oleh sejumlah
kapal asing turut merusak habitat laut di kawasan Raja Ampat.
Kapal-kapal ini akan membuang jangkar, melakukan penyelaman dan
kegiatan lain di dalam air laut, sehingga dikhawatirkan merusak
lingkungan sekitar.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Irian Jaya Dortheus Asmuruf
menanggapi temuan tersebut, pihaknya pekan lalu telah melakukan lobi
kepada Pemerintah Cina untuk menanamkan investasinya di Pulau Salawati
di bidang pariwisata. Di sana akan dibangun lapangan golf, marina
green, perhotelan, penyelaman, dan lainnya.

“Pemerintah Cina melalui badan usaha milik negara Cina akan datang
menginvestasi di sana. Tahap pertama atau tahun 2002, nilai investasi
sebesar enam milyar dollar Amerika Serikat. Kami sudah membuat
perhitungan sampai 34 milyar dollar Amerika Serikat. Mereka akan
menginvestasi di Salawati. Selain itu, pihak Pemerintah Cina juga
diberi kesempatan untuk menengok potensi alam yang cocok dibangun di
Kawasan Kepulauan Raja Ampat,” kata Asmuruf. (Kornelis Kewa Amakhayam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s