KOTRASEPSI

Standar

Dengan perkembangan penduduk yang lebih penduduk yang demikian cepat dan jumlah penduduk yang sangat besar, pemerintah Indonesia telah memberlakukan program KB (Keluarga Berencana) pada tahun 70-an. Pada intinnya program KB tersebut bertujuan mengatur jumlah kelahiran. Dalam progam KB dianjurkan setiap keluarga hanya memiliki dua anak saja. Dengan demikian pertumbuhan penduduk turun bahkan nol.

Salah satu cara mengatur kelahiran dalam program KB adlah melalui KONTRASEPSI.

≈ Apa itu kontrasepsi ?≈

Kontrasepsi berasal dari kata kontra artinya mencegah/melawan dan konsepsi artinya pembuahan. Dengan demikian kontrasepsi berarti mecegah pembuahan sel telur oleh spermatozoa sehingga tidak terjadi kehamilan.

Kontrasepsi ada yang bersifat permanen (menetap), yakni apabila pada kemampuan hamil tidak dapat/sulit dikembalikan. Kontrasepsi permanen pada wanita disebut tubektomi, yakni dilakukan dengan memotong saluran tabung fallopi (oviduk) atau juga dapat dilakukan dengan mengikatnya. Dengan diikatnya saluran oviduck berarti sperma tidak dapat bertemu ovum. Ingat kembali bagaimana dan dimana pembuahan terjadi. Kontrasepsi permanen pada laki-laki dilakukan dengan cara memotong vas deferens. Dengan terputusnya vas deferens maka cairan sperma (mani) yang dihasilkan tidak mengandung spermatozoa.


gambar 1. tubektomi
gambar 1. tubektomi

Gambar 2. Vasektomi
Gambar 2. Vasektomi

Kontrasepsi yang tidak permanen bertujuan untuk, mencegah kehamilan selama alat kontrasepsi dipakai atau program kontrasepsi dijalankan. Kemampuan kehamilan dapat dikembalikan. Ada 2 cara kontrasepsi yang tidak permanen, yakni yang menggunakan alat bantu dan yang tidak menggunakan alat bantu.

  1. Metode tampa menggunakan alat bantu, dapat dilakukan dengan memperpanjang massa menyusui dan tidak melakuka hubungan intim pada waktu massa subur.
  2. Metode dengan menggunakan alat bantu, antara lain dengan:
  • PIL KB. Pil KB mengandung hormone estrogen dan progestteron. Bila pemakai tidak disiplin, penggunaan pil KB tidak bermanfaat. Akibat sampingnya adalah terjadi kegemukan pada sebagian pemakainya.
Gambar 3. Pil KB
Gambar 3. Pil KB
  • SUSUK. Susuk atau implant diletakan dibawah kulit lengan. Susuk mengeluarkan hormon yang mencegah terjadinya ovulasi. Akibat sampingnya adalah pemakai dapat mengalami gangguan siklus menstruasi.
Gambar 4. Susuk
Gambar 4. Susuk
  • SUNTIKAN. Suntikan dilakukan dengan pemberian hormon setiap 3 bulan untuk mencegah terjadinya ovulasi. Akibat sampingnya adalh terjadi kegemukan pada sebagian pemakai.

Gambar 5. suntikan kontrasepsi

Gambar 5. suntikan kontrasepsi

  • IUD. IUD (Intra Uterine Device) yang lebih dikenal dengan spiral, dipasang dalam uterus (rahim) wanita. mencegah embrio menempel pada dinding  rahim.  Akibat sampingan  dari pemasangan IUD adalah  dapat terjadinya perdarahan diluar siklus menstruasi.

Gambar 6.  Teknik IUD

Gambar 6. Teknik IUD

  • JELI, TABLET BUSA, DAN SPONS. Bahan-bahan ini pada dasarnya mengandung spermisida (pembunuh sperma. Efek sampingnya adalah beberapa orang alergi terhadap bahan-bahan tersebut.

Gambar 7. jeli atau krim vagina

Gambar 7. jeli atau krim vagina

  • DIAFRAGMA. Diafragma atau cervical cap menutup uterus, sehingga mencegah sperma memasuki uterus.

Gambar 8. Teknik diafragma

Gambar 8. Teknik diafragma

  • KONDOM. Dengan menggunakan kondom, sperma tertahan di dalam kondom sehingga sperma tidak membuahi sel telur.

Gambar 9. Aneka kondom

Gambar 9. Aneka kondom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s