Monthly Archives: Oktober 2009

ADAPTASI, EVOLUSI, VARIASI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Standar

BAB I
PENDAHULUAN

1). Latar Belakang

Makhluk hidup dalam kehidupannya melakukan adaptasi untuk dapat bertahan hidup. Adaptasi terjadi biasanya disebabkan adanya seleksi alam yang menuntut makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru. Adaptasi yang dilakukan oleh hewan dapat berupa adaptasi fisiologis, morfologis dan tingkah laku. Sedangkan adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan hanya berupa adaptasi fisiologis dan morfologis.

Selain adaptasi, menurut beberapa para ahli di alam juga terjadi evolusi yang dilakukan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Dalam evolusi yang menjadi dasar terjadinya dibawa oleh gen yang diwariskan pada keturunan suatu makhluk hidup. Sifat baru dalam evolusi dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi, transfer gen antar populasi, seperti dalam migrasi, atau antar spesies.

Di alam juga terjadi kevariasian makhluk hidup merujuk pada peristiwa genetis yang menyebabkan individu atau kelompok spesies tertentu memiliki karakteristik berbeda satu sama lain. Sedangkan keanekaragaman hayati atau disebut juda biodiversitas yang terjadi dialam mencakup semua bentuk kehidupan yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi.


2). Rumusan Masalah

a. Merumuskan dan menjelaskan adaptasi pada makhluk hidup, baik pada hewan maupun pada tumbuhan.

b. Menjelaskan tentang evolusi makhluk hidup dan mendiskripsikan tentang teori evolusi Darwin.

c. Menjelaskan tentang keterdapatan variasi pada makhluk hidup.

d. Menjelaskan keanekaragaman hayati yang terdapat di alam.


3). Tujuan Penulisan

a. Untuk mengetahui tentang terjadinya adaptasi dan jenis-jenisnya.

b. Untuk mengetahui tentang terjadinya evolusi dan teori evolusi Darwin

c. Untuk mengetahui tentang keterdapatan variasi-variasi pada makhluk hidup.

d. Untuk mengetahui tentang keanekaragaman hayati di alam.

BAB II

PEMBAHASAN


I. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik. Dalam karangan ini akan dijelaskan tentang adaptasi yang dilakukan oleh hewan dan tumbuhan dan perbedaan adaptasi yang dilakukan oleh hewan dengan adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan terhadap lingkungannya.

Adaptasi Hewan : kemampuan hewan untuk menyesuaikan dirinya terhadap perubahan-perubahan keadaan alam atau lingkungannya (seleksi alam). Adapun jenis-jenis dan macam-macam adaptasi pada hewan adalah:

a. Adaptasi Morfolog

Adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Misalnya seperti gigi singa, harimau, citah, macan, yang runcing dan tajam untuk makan daging, sedangkan pada gigi sapi, kambing, kerbau, biri-biri, domba tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk memotong rumput atau daun dan untuk mengunyah makanan.

b. Adaptasi Fisiologi

Adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Contoh pada onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama serta pada anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin.

c. Adaptasi Tingkah Laku

Adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya berupa kemampuan hewan untuk merubah warna kulit tubuhnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya sehingga kurang dapat terlihat. Kemampuan hanya bisa dilakukan oleh beberapa hewan, seperti cumi-cumi, sotong dan bunglon. Sebagai contoh pada bunglon yang dapat berubah warna kulit sesuai dengan warna yang ada di lingkungan sekitarnya dengan tujuan untuk menyembunyikan diri sehingga tidak terlihat oleh dari para pemangsa seperti pada contoh gambar di bawah ini:

Adaptasi Tumbuhan: penyesuaian diri yang dilakukan oleh tumbuhan terhadap lingkungan yang baru, baik perubahan fisiologis maupun morfologis dan proses penyesuaian ini berjalan lambat dan sangat tergantung kepada kondisi lingkungan barunya, apakah sesuai dengan sangat hidup tumbuhan tersebut dan kandungan unsur hara yang terdapat di lingkungan tersebut.

Dalam proses adaptasi, tumbuhan melalui berbagai tahapan, yaitu:

a. Tahap Aklimatisasi : tahap di mana tumbuhan berusaha keras untuk dapat mempertahankan hidup di tempat baru dengan mengubah kemampuan fisiologis dan atau morfologi dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

b. Tahan Naturalisasi : tahap di mana tumbuhan telah mampu menyesuaikan dirinya dengan faktor lingkungan dan terus berusaha untuk menyempurnakan proses adaptasinya ke arah yang positif.

c. Tahap Domestikasi : tahap di mana proses adaptasi tumbuhan sudah dapat menyesuaikan diri dengan, lingkungan barunya dan sudah mulai dapat menjalankan kehidupannya untuk melewati siklus hidupnya dengan baik

II. Evolusi

Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks biologi yang modern, evolusi berarti perubahan sifat-sifat yang diwariskan dalam suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menjadi dasar dari evolusi dibawa oleh gen yang diwariskan pada keturunan suatu makhluk hidup. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi, transfer gen antar populasi, seperti dalam migrasi, atau antar spesies seperti yang terjadi pada bakteria, serta kombinasi gen melalui reproduksi seksual. Dan dalam teori evolusi terdapat empat akar utama dalam teori evolusi yaitu :

a. Earth History – Sejarah bumi (Geologi)

b. Life’s History – Ilmu tentang mahluk hidup

c. Mechanisms of Evolution – Mekanisme evolusi

d. Development & Genetics – Perkembangan dan Genetika

Meskipun teori evolusi yang selalu identik dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusi telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin tentang evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas masyarakat sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

Darwin mengajukan lima teori perihal evolusi:

  1. Bahwa kehidupan tidak tetap sama sejak awal keberadaannya
  2. Kesamaan leluhur bagi semua makhluk hidup
  3. Evolusi bersifat gradual (berangsur-angsur)
  4. Terjadi pertambahan jumlah spesies dan percabangan garis keturunan
  5. Seleksi alam merupakan mekanisme evolusi

Evolusi menjelaskan sejarah makhluk hidup, hewan, tumbuhan, fungi, mikroba. Waktu adalah faktor penting dalam evolusi. Proses evolusi memerlukan waktu yang sangat lama. Menurut Darwin, ada dua mekanisme yang mendasari evolusi.

Pertama, proses evolusi membawa spesies yang ada untuk berinteraksi dengan kondisi ekologinya. Contohnya, karena hasil evolusi beberapa burung mempunyai paruh yang hanya bisa dipakai untuk menghisap madu bunga. Selama bunga itu masih tersedia, burung ini akan hidup. Tetapi, bila bunga itu punah, maka burung itu kemungkinan besar juga akan punah.

Mekanisme yang kedua adalah kelahiran spesies baru dari hasil variasi di spesies yang ada.. Waktu dan perjuangan untuk hidup adalah dua hal yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi baru. Waktu yang lebih panjang lagi dan melalui proses yang sama, menurut Darwin akan dapat menjelaskan evolusi dari semua mahluk hidup di muka bumi yang berasal dari satu nenek moyang yang sama.

III. Variasi.

Variasi merupakan sesuatu hal yang merujuk pada peristiwa genetis yang menyebabkan individu atau kelompok spesies tertentu memiliki karakteristik berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, pada dasarnya semua orang di bumi membawa informasi genetis sama. Namun ada yang bermata sipit, berambut merah, berhidung mancung, atau bertubuh pendek, tergantung pada potensi variasi informasi genetisnya.

Evolusionis menyebut variasi dalam suatu spesies sebagai bukti kebenaran teorinya. Namun, variasi bukanlah bukti evolusi, karena variasi hanya hasil aneka kombinasi informasi genetis yang sudah ada, dan tidak menambahkan karakteristik baru pada informasi genetis.

Variasi selalu terjadi dalam batasan informasi genetis yang ada. Dalam ilmu genetika, batas-batas ini disebut “kelompok gen” (gene pool). Variasi menyebabkan semua karakteristik yang ada di dalam kelompok gen suatu spesies bisa muncul dengan beragam cara. Misalnya pada suatu spesies reptil, variasi menyebabkan kemunculan varietas yang relatif berekor panjang atau berkaki pendek, karena baik informasi tentang kaki pendek maupun panjang terdapat dalam kantung gen.

Namun, variasi tidak mengubah reptil menjadi burung dengan menambahkan sayap atau bulu-bulu, atau dengan mengubah metabolisme mereka. Perubahan demikian memerlukan penambahan informasi genetis pada makhluk hidup, yang tidak mungkin terjadi dalam variasi.

IV. Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Jenis keanekaragaman hayati:

a. Keanekaragaman genetik (genetic diversity). Yaitu jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi.

b. Keanekaragaman spesies (species diversity). Yaitu Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 – 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru dipelajari.

c. Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity). Yaitu Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer.

1). Keanekaragaman Hewan:

Hewan atau binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau Metazoa, adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup yang terdapat di alam semesta yang terdiri dari satu sel (uniselular) atau pun banyak sel (multiselular).

Para ilmuwan mengklasifikasikan hewan kepada dua kelompok besar, yaitu hewan bertulang belakang dan hewan tanpa tulang belakang. Hewan yang bertulang belakang disebut Vertebrata. Hewan tanpa tulang belakang disebut Invertebrata atau Avertebrata. Dan hewan juga diklasifikasikan menurut makanan mereka.

a. Hewan yang memakan daging dikenal sebagai hewan karnivora. Contoh: serigala, singa dan harimau

b. Hewan yang memakan tumbuhan dikenal sebagai hewan herbivora. Contoh: kambing, kuda dan kerbau serta gajah

c. Hewan yang memakan daging dan tumbuhan dikenal sebagai hewan omnivora.

d. Hewan yang memakan serangga dikenal sebagai hewan insektivora. Contoh: trenggiling, merkat.

Dan keanekaragaman pada keluarga kucing dapat dilihat hewan harimau, singa, citah dan kucing. Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu famili tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya. Seperti dapat dilihat pada gambar dan table di bawah ini:

Dari gambar dan tabel diatas dapat dilihat perbedaan yang sangat jelas dari ukuran tubuh, warna bulu dan tempat hidup kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk ke dalan keanekaragaman keluarga / spesies kucing. Dan masih banyak lagi contoh keanekaragaman hewan yang dapat kita lihat di alam ini.

b). Keanekaragaman Tumbuhan:

Dalam biologi, tumbuhan merujuk pada organisme yang termasuk ke dalam kelas Plantae. Di dalamnya masuk semua organisme seperti pepohonan, semak, terna, rerumputan, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau. Tercatat sekitar 350.000 spesies organisme termasuk di dalamnya, tidak termasuk alga hijau. Dari jumlah tersebut, 258.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis tumbuhan lumut. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof, dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis. Karena warna hijau amat dominan pada anggota kerajaan ini, nama lain yang dipakai adalah Viridiplantae (tumbuhan hijau) atau Metaphyta.

Ciri yang segera mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis. Dengan demikian, tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa pengecualian, seperti pada sejumlah tumbuhan parasit, merupakan akibat adaptasi terhadap cara hidup dan lingkungan yang unik. Karena sifatnya yang autotrof, tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).

Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya

Contoh keanekaragaman tumbuhan dapat dilihat dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek), kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda. Seperti dapat dilihat pada gambar berikut:

Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar.


Dari contoh di atas dapat diketahui perbedaan antara tnggi batang, daun dan bunga kelapa, aren, pinang dan lontar. Contoh lain juga dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari di alam dan hampir pada semua spesies tumbuhan terdapat keanekaragaman mulai dari tumbuhan tingkat rendah sampai tumbuhan tingkat tinggi.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan:

Makhluk hidup dalam kehidupannya melakukan adaptasi untuk dapat bertahan hidup. Adaptasi terjadi biasanya disebabkan adanya seleksi alam yang menuntut makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru.

Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan sifat-sifat yang diwariskan dalam suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam jangka waktu tertentu. Dalam evolusi yang menjadi dasar terjadinya dibawa oleh gen yang diwariskan pada keturunan suatu makhluk hidup. Sifat baru dalam evolusi dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi, transfer gen antar populasi, seperti dalam migrasi, atau antar spesies

Variasi merupakan sesuatu hal yang merujuk pada peristiwa genetis yang menyebabkan individu atau kelompok spesies tertentu memiliki karakteristik berbeda satu sama lain. Variasi bukanlah bukti evolusi, karena variasi hanya hasil aneka kombinasi informasi genetis yang sudah ada, dan tidak menambahkan karakteristik baru pada informasi genetis

Biodiversitas adalah semua bentuk kehidupan yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi di mana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya, baik itu keanekaragaman pada hewan maupun keanekaragaman pada tumbuhan.

Apa itu gempa bumi…??

Standar

Gempa bumi (juga dikenal sebagai getaran atau gempa bumi) adalah hasil dari pelepasan tiba-tiba energi di bumi kerak yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi direkam dengan Seismometer, juga dikenal sebagai seismograf. Ukuran Magnitude dari gempa bumi dilaporkan secara konvensional, atau yang terkait dan kebanyakan usang Richter besar, dengan besar gempa bumi 3 atau lebih rendah karena sebagian besar tidak terlihat dan besarnya 7 menyebabkan kerusakan serius atas area yang luas. Gemetar intensitas diukur pada yang diubah skala Mercalli.

Di permukaan bumi, gempa bumi mewujudkan diri mereka sendiri dengan gemetar dan kadang-kadang menggusur tanah. Ketika gempa bumi besar pusat gempa terletak di lepas pantai, dasar laut yang cukup menderita perpindahan kadang-kadang menimbulkan tsunami. Gempa bumi yang gemetar juga dapat memicu tanah longsor dan kadang-kadang aktivitas gunung berapi.

earthquake

Dalam pengertian yang paling umum, kata gempa bumi ini digunakan untuk menggambarkan setiap kejadian seismik – apakah alam fenomena atau suatu kejadian yang disebabkan oleh manusia – yang menghasilkan gelombang seismik.Gempa bumi sebagian besar disebabkan oleh pecahnya geologi kesalahan, tetapi juga oleh aktivitas gunung berapi, tanah longsor, ledakan tambang, dan percobaan nuklir. Gempa bumi sudut pecah awal disebut dengan fokus atau Pusat gempa.Istilah episenter mengacu pada titik di lantai dasar Pusat gempa tepat di atas.

Quake_epicenters_1963-98

Sumber : Wikipedia.org

fenomena kehidupan tumbuhan diplanet lain

Standar

Semua Tumbuhan yang ada di planet bumi mampu hidup dan melakukan adaptasi di planet selain bumi kita asalkan adanya composisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut untuk hidup , Penelitian komposisi pada tumbuhan bisa mengunakan teknologi Hydroponik dan rumah kaca dimana rumah kaca ini digunakan untuk bisa menahan alur oksigen yang keluar pada tanaman jika tanaman itu sedang melakukan fotosintetis.

Komposisi Perawatan Tumbuhan diluar angkasa hanya membutuhkan sedikit Oksigen dibandingkan hasil oksigen yang dihasilkan oleh Tanaman tersebut fenomena ini bisa anda dapatkan pada saat anda di daerah yang penuh dengan tumbuhan dimana kualitas udara akan sangat berbeda dengan keadaan yang ada di daerah perkotaan.

image008

Dengan Rumah Kaca buatan maka si tumbuhan pun akan bisa bertahan hidup dimana ruangan kaca ini harus di design mampu menghalau sinar UV atau Sinar lainnya yang berlebihan dengan cara membuat lapisan kaca Film seperti Lapisan Pada Atmosfir bumi kita ini , teknologi yang ada saat ini sudah ada dimana teknologi kaca Film yang ada bisa disesuaikan untuk kondisi di luar angkasa sehingga mampu menyaring cahaya yang tidak baik untuk tanaman.

Pengaruh Adaptasi pada tanaman akan terjadi jika daya gravitasi berbeda dengan ada yang dibumi maka tanaman akan bertambah 4 kali tinggi dan besar atau menjadi lebih kecil sesuai dengan daya gravitasi yang ada , Teknologi yang ada saat ini pun sudah bisa digunakan untuk membangun ekosistem hutan pada Bulan ataupun Planet Mars, Tanaman tidak akan bisa hidup jika tidak adanya Gaya Gravitasi ( Buatan Ataupun Bukan Buatan) maka dalam menciptakan Oasis pada Ruang Angkasa anda membutuhkan Gaya Gravitasi untuk menumbuhkan Tanaman.

Komposisi udara pada Rumah kaca ini bisa anda lakukan dengan menyamakan komposisi udara yang ada di planet bumi kita ini dimana 30 % Oksigen , 70 Nitrogen dan material lainnya , Saat saya melihat alur siklus pada bumi kita ini dimana alur siklus hujan dimana air yang digunakan oleh hujan adalah air yang sama yang mengalir dari gunung hingga kelaut dan akan terus berulang .

Siklus air ini saat saya perhatikan jumlah keseluruhan air yang ada dibumi adalah tetap sama dimana jumlah yang terbesar ada di lautan dan pada lapisan ES Kutub Utara dan Selatan, debit air yang ada di Bumi Jumlah nya tetap sama dimana ini bisa kita semua ambil kesimpulannya bahwa dengan debit air yang kita bawa ke luar angkasa sebesar 200 liter maka jumlah tersebut akan tetap sama jika kita mengunakan siklus air sama dengan yang ada di bumi kita ini dimana jumlah air pun tidak akan pernah berkurang akan tetap sama yaitu 200 liter air.

Dengan Kesimpulan ini maka manusia pun akan tetap bisa hidup pada planet lain dengan  membawa air dan udara dengan jumlah yang tetap sama bahkan tidak perlu dilakukannya penambahan Jumlah Air & udara karena jika kita mempelajari siklus bumi anda pun akan memahaminya bahwa kuantitas air dan udara akan sama hanya diperlukan Suatu Kondisi yang sama dengan yang ada pada bumi kita ini, saya yakin teknologi yang ada saat ini anda semua sudah memahami bagaimana siklus udara dan hujan yang ada dibumi kita ini.

Tumbuhan & Hewan mampu melakukan adaptasi diluar pikiran manusia dimana hewan dan Tumbuhan hanya membutuhkan air dan sumber panas pun hidup walaupun tidak ada nya cahaya hewan & tumbuhan masih akan tetap hidup dan melakukan adaptasi sesuai dengan Lingkungan yang ada, Jangan kan di planet lain di dasar lautan terdalam pun masih ada kehidupan dimana Hewan & Tumbuhan yang ada di dasar Lautan mampu beradaptasi sesuai dengan keadaan Lingkungannya.

Dengan Teknologi Yang Ada Saat ini Manusia sudah Mampu Membuat Suatu Kota Di Planet Lain selain bumi kita ini

Jangankan Tumbuh & Hidup diplanet lain Hewan & Tumbuhan mampu melakukan adaptasi diluar Pikiran akal manusia

Prinsip-prinsip ekologi

Standar

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Faktor Biotik

Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara lebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut. Perhatikan Gambar.

Gbr. Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup

A. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi. Perhatikan Gambar 6.4.

Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.
a. Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya. Lihat Gambar 6.5.

b. Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga. Lihat Gambar 6.6.

c. Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya. Perhatikan Gambar 6.7

d. Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.

e. Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas. (LihatGambar 6.9).

2. Adaptasi fsiologi
Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

b. Kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita. (LihatGambar 6.1 0).

c. Mimikri pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya. Lihat Gambar 6.11.

3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut :

a. Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b. Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut. Perhatikan Gambar 6.12.

B. Populasi
Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :

700 – 500 = 200batang
1990-1980
10 tahun

= 20 batang/tahun

Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi.

Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia. Imigrasi adalahperpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.

Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.

C. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.

Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

D. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

Faktor Abiotik
Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.

b. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.

c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

e. Ketinggian
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

f. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

g. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.